Menu

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

Thursday, October 3, 2013

DAMPAK BENCANA ALAM TERHADAP KORBAN BENCANA

.    A.     Pendahuluan

     Telah banyak terjadi berbagai macam kejadian alam yang kurang bisa diterima oleh masyarakat Indonesia akhir-akhir ini. Mulai dari tsunami di Aceh, gempa di Yogyakarta, lumpur Lapindo di Sidoarjo, tsunami Mentawai, meletusnya Merapi dan masih banyak lagi.
        Adanya bencana-bencana tersebut telah banyak memberikan bukti bahwa alam sudah tidak mau bersahabat dengan manusia lagi. Siapa yang harus dipersalahkan atas semua ini, apakah semua kesalahan tersebut diletakkan pada tangan manusia, atau memang Tuhan berkehendak lain dengan alam kita.
       Konsep manusia dalam berpikir tentunya tidak akan bisa mampu membahas mengenai kehendak Tuhan Yang Mahakuasa. Kita tidak akan sanggup menebak apakah yang akan terjadi pada alam sekitar kita pada esok hari. Jangankan untuk mengetahui keadaan esok hari, satu jam ke depan saja, kita tidak akan sanggup memprediksinya. Apa yang telah dikehendaki-Nya tidak akan bisa terurungkan bila memang Tuhan berkehendak demikian. Satu hal yang bisa dilakukan manusia hanya berdoa agar diberikan keselamatan oleh-Nya.
       Apabila bencana itu benar-benar terjadi tentunya akan memberikan pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan kita nantinya. Entah baik entah buruk yang jelas itu akan mengubah banyak pola hidup kita di masa mendatang. Pengaruh tersebut bisa dirasakan secara langsung maupun tidak langsung.


   B.      Bencana Alam Di Indonesia

       Indonesia merupakan negara yang paling rawan akan terjadinya bencana alam, demikian menurut sebuah badan PBB untuk Strategi Internasional Pengurangan Resiko Bencana yaitu United Nations International Stategy for Disaster Reduction (UNISDR). Berbagai bencana alam yang dapat terjadi di Indonesia adalah Gempa Bumi, Tsunami, Letusan gunung berapi, Banjir, Tanah longsor, Kekeringan dan Kebakaran hutan juga sangat rawan di Indonesia. Dimana bencana tersebut sudah beberapa kali terjadi di negara Indonesia ini. Bahkan untuk beberap jenis bencana alam, Indonesia menduduki peringkat pertama dalam paparan jumlah penduduk atau jumlah manusia yang menjadi korban meninggal akibat bencana alam tersebut.
      Dari jenis bencana alam yang dipaparkan diatas bahwasanya Indonesia menduduki peringkat pertama pada dua bencana alam yakni tsunami dan tanah longsor, peringkat ketiga pada gempa bumi, dan peringkat keenam pada banjir. Hanya di dua bencana alam yakni kekeringan dan angin topan, Indonesia ‘absen’. Dengan demikian maka masyarakat secara keseluruhan harus dapat mengetahui bahwasanya menjaga alam ini sangat penting. Dalam hal ini pemerintah juga harus bertindak sebagai motor penggerak dalam menanggulangi bencana tersebut. Diharapkan bencana alam di Indoensia sedikit banyaknya akan berkurang atau dapat dikendalikan sejak dini.
    Mengapa Indonesia termasuk kedalam kategori yang rawan terhadap bencana alam?? Tentu pertanyaan yang menarik untuk dijawab. Indonesia merupakan negara yang memiliki belasan ribu pulau baik yang berukuran besar maupun yang berukuran kecil. Kemudian Negara Indonesia diapit oleh dua samudra yaitu Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Dengan demikian maka Indonesia akan sangat rentan untuk terjadinya bencana alam seperti Tsunami.
     Selain Indonesia memiliki banyak pulau-pulau, Indonesia juga memiliki banyak gunung-gunung dimana beberapa gunung tersebut masih aktif. Gunung yang masih aktif tersebut biasa disebut juga gunung merapi yang dapat berpotensi menyebabkan Gempa Bumi maupun meletusnya gunung merapi. Walaupun ada beberapa gunung yang tidak aktif dapat juga menyebabkan bencana alam seperti Tanah longsor. Dengan demikian dapat dikategorikanlah bahwa negara Indonesia merupakan negara yang rawan akan terjadinya bencana alam.


   C.     Dampak Bencana Alam Terhadap Korban Bencana

        Dengan banyaknya bencana alam yang ada di Indonesia sekarang ini, tentunya akan memberikan dampak dan pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan di masa mendatang. Dampak yang bisa dirasakan itu dapat secara langsung maupun secara tidak secara langsung.
Salah satu dampak langsung adalah kehilangan nyawa orang yang kita sayangi. Tidak menutup kemungkinan bencana di suatu tempat akan menghilangkan banyak nyawa. Letusan gunung merapi misalnya telah memakan korban hingga puluhan nyawa, puluhan lainnya terluka dan puluhan yang lain dinyatakan hilang dan belum ada tanda-tanda ditemukannya kembali. Orang tua banyak yang kehilangan anaknya dan anak juga tidak sedikit yang kehilangan orang tuanya. Mereka akan mengalami kesendirian tanpa berkumpul dengan keluarganya. Kesedihan mendalam akan mereka rasakan, mengingat banyaknya kenangan bersama keluarga yang tidak akan mereka rasakan kembali di masa mendatang. Tidak jarang pula, dengan adanya bencana alam akan meningkatkan tingkat pengadopsian anak dan itu akan semakin menjauhkan mereka dari keluarganya yang masih hidup.
        Kejadian alam akan dinyatakan sebagai bencana apabila menimbulkan banyak kerugian di berbagai macam hal. Dalam hal materi, tentunya akan menyebabkan banyak kerusakan-kerusakan di beberapa bangunan. Mulai dari rumah-rumah penduduk, bangunan sekolah, perkantoran dan pusat perbelanjaan akan mengalami nasib yang sama. Kerusakan tersebut bergantung dari seberapa parahnya bencana itu terjadi di suatu tempat. Kerusakan yang terjadi juga akan merugikan negara, karena tempat-tempat perkantoran dan pusat perbelanjaan merupakan penghasil devisa negara. Negara akan mengalami kebangkrutan.
       Tingkat kriminalitas juga akan semakin naik. Banyaknya korban yang kehilangan harta bendanya dan untuk menyambung hidup mereka, mereka akan melakukan hal di luar batas. Salah satunya dengan melakukan tindak kriminal. Tindakan kriminal yang dapat mereka lakukan antara lain melalui cara mencuri, merampok atau bahkan dengan melakukan penodongan. Sebagian besar alasan dari mereka untuk melakukan itu semua adalah atas dasar keterpaksaan karena adanya kebutuhan yang sangat mendesak dan mereka tak bisa mendapatkannya karena materi yang mereka punya sudah habis oleh bencana. Tidak hanya itu, tetapi juga korban yang dinyatakan masih hidup, harus bisa bertahan dalam kondisi yang sulit. Mereka akan memadati tempat-tempat pengungsian dan barak-barak penampungan. Dalam keadaan terbatas pula, mereka harus berbagi dengan yang lain agar bisa bertahan hidup.
       Semua bantuan yang dikirimkan pada mereka harus dibagi bersama agar yang lainnya juga bisa bertahan hidup. Selimut, bahan makanan, obat obatan dan bantuan lainnya. Mereka harus berbagi bersama dan tidak mementingkan diri mereka sendiri. Dengan keterbatasan yang mereka punya inilah, mereka sangat mengharapkan bantuan maupun uluran tangan saudaranya yang lain di suatu tempat sana.
Padatnya tempat penampungan bagi pengungsi korban bencana alam, juga menimbulkan dampak serius lain, yakni datangnya penyakit-penyakit. Penyakit yang diderita oleh pengungsi korban bencana dikarenakan minimnya air bersih serta tidak terjaganya kebersihan di tempat penampungan tersebut. Tidak heran, banyak pengungsi korban bencana yang menderita diare, masuk angin dan penyakit kulit.
       Dampak bencana alam juga sangat memprihatinkan para korban. banyak jiwa yang terselamatkan, tapi mungkin mereka mengalami kecacatan. Cacat yang mereka miliki bisa permanen dan sementara. Bagi yang memiliki cacat permanen mungkin akan membuat mereka frustasi dan kehilangan semangat hidup. Mereka yang terbiasa bekerja sebagai buruh tidak akan bisa bekerja lagi karena kakinya patah. Itu adalah salah satu contoh yang bisa diambil dari dampak bencana alam yang korban rasakan.
Berdasarkan banyaknya korban yang mengalami cedera dan luka, pihak rumah sakit juga akan ikut andil dalam menangani korban bencana. Stok darah akan terkuras karena korban yang membutuhkan darah juga banyak. Obat-obatan rumah sakit juga akan terkuras tanpa adanya pengembalian biaya. Namun, itu semua sudah menjadi tanggung jawab pemerintah dalam menangani masalah ini.
       Dampak psikologis yang dapat mereka rasakan sangat berat. Mereka akan kehilangan semangat hidup yang mereka punya. Mereka terpukul dengan adanya bencana alam yang mereka alami. Mereka takkan sanggup menghadapi semua ini dengan baik lagi. Sering dijumpai, mereka dalam keadaan frustasi dan depresi. Tidak jarang pula, banyak diantara mereka yang mengalami trauma atas kejadian bencana alam yang mereka rasakan untuk pertama kalinya. Ketakutan mendalam pada alam yang telah dirusak oleh sang pencipta maupun oleh manusia itu sendiri membuat mereka khawatir akan terjadi lagi dan merasa was-was akan terulang kembali.

23 comments: